Kilasan Dua Tahun Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) September 2016-2018 Menuju Masyarakat Di Abad 21

Kilasan Dua Tahun Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) September 2016-2018 Menuju Masyarakat Di Abad 21. Dalam mengembangkan pendidikan kejuruan, target lulusan yang ingin kita capai, yaitu lulusan yang mampu: 1) Bekerja, 2) Mengembangkan Diri/ Melanjutkan, dan 3) Wirausaha Muda. Karena itulah, untuk mencapai target ini, pemerintah melakukan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagaimana yang diamanatkan dalam Inpres No 9 Tahun 2016.
Revitalisasi tak bisa terhindarkan, karena Indonesia sudah masuk dalam kompetisi global, persaingan tidak hanya di tingkat regional juga internasional. Indonesia berada dalam posisi strategis sebagai negara berkembang. 

Mengacu pada Badan Pusat Statistik pada kuartal kedua tahun 2018, ekonomi Indonesia tumbuh 5,27%. Di tahun 2020 hingga 2030 Indonesia akan  dihadapkan  dengan  bonus  demografi,  yaitu  jumlah  usia  angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70%. Dengan jumlah angkatan kerja sebanyak itu dan tantangan persaingan ekonomi dunia, kalau SDM tidak dipersiapkan secara matang, maka kita akan tertinggal.

Diperkirakan, setiap tahun dibutuhkan tenaga terampil 5 juta, artinya, dalam kurun waktu 15 tahun ke depan dibutuhkan sekitar 75 juta tenaga kerja dengan keterampilan Abad ke-21. Untuk menjadi negara maju, dengan kekuatan sumber daya manusia yang terampil, maka strateginya adalah dengan menguatkan pendidikan kejuruan.

Karena itulah, Presiden Joko Widodo dalam Nawacita menempatkan pendidikan kejuruan sebagai prioritas utama pembangunan pendidikan melalui Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. 

Tugas ini sudah dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat PSMK. Buku ini memberikan gambaran perjalanan pelaksanaan dua tahun revitalisasi SMK, dari September 2016 hingga September 2018.

Semua itu merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam merealisasikan visi dan misi serta mencapai tujuan Revitalisasi SMK. Semoga buku Kilas 2 Tahun Revitalisasi SMK ini memiliki nilai manfaat dan menjadi rujukan untuk kemajuan di masa depan.

Masyarakat di abad 21 menghadapi tantangan baru dengan kompleksitas yang tinggi di berbagai segi kehidupan. Perubahan-perubahan yang semakin tidak menentu dengan laju yang semakin cepat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan di era ini. Orang yang tidak mampu mengikuti perubahan zaman, akan tertinggal jauh bahkan menjadi korban. 

Perubahan juga terjadi pada dunia kerja, yang memiliki karakteristik yang berbeda dari era sebelumnya. Kompetensi yang dibutuhkan pada abad ini, terus mengalami pergeseran nilai yang jika kita tidak mengenal dan memilikinya, maka banyak yang akan tidak mempunyai pekerjaan yang layak, bahkan kehilangan pekerjaan yang selama ini digelutinya.

Perkembangan global telah membawa perubahan yang berdampak pada kesenjangan prestasi pendidikan antar wilayah. Kesenjangan diakibatkan oleh perbedaan bentuk-bentuk pengajaran dan penilaian versus apa sesungguhnya yang diperlukan anak didik untuk berhasil sebagai pembelajar, pekerja, dan masyarakat dalam global knowledge economy saat ini. Namun, supaya tidak tersesat, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan globalisasi.

Globalisasi adalah suatu proses yang menginteraksikan kehidupan global dalam suatu ruang dan waktu yang terpadatkan (space-time compression) melalui internasionalisasi perdagangan, internasionalisasi pasar dari produksi dan keuangan, internasionalisasi dari komoditas budaya yang ditopang oleh jaringan sistem telekomunikasi global yang semakin canggih dan cepat. Sederhananya, globalisasi adalah suatu jaringan kehidupan yang semakin terintegrasi.

Akibat globalisasi, maka terjadi perdagangan dalam pasar bebas yang memiliki implikasi pada migrasi pekerja. Lahirnya multinasional corporation, dan pusat-pusat perdagangan di banyak penjuru dunia, menjadi salah satu cirinya. Lalu, pekerja yang seperti apa yang akan mudah terserap dalam dunia kerja di era globalisasi ini? Apakah anak didik kita akan semakin sulit untuk berkompetisi dengan para pekerja dari luar negeri? Seberapa siap anak didik kita masuk dalam lingkaran kompetisi ini?

Belum ada Komentar untuk "Kilasan Dua Tahun Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) September 2016-2018 Menuju Masyarakat Di Abad 21 "

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan di atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel