Cara Penentuan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK

Cara Penentuan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK. KKM adalah criteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM ini ditentukan diawal tahun pelajaran melalui musyawara guru matapelajaran. Sebagai guru Pendidikan Agama  saya melaksanakan Musyawara Guru Mata Pelajaran bersama guru-guru dengan bidang studi yang sama di SMK Negeri 1 Tana Righu untuk menentukan Kriteria Ketuntasan Minimum untuk nilai pendidikan agama Kristen dan membuat program semester. dan saya menuliskan hasil rapat MGMP dalam notulen untuk kemudian saya pertanggung jawabkan kepada kepala sekolah bahwa kegiatan rapat telah saya laksanakan. Dalam hal ini saya telah mengaktualisasikan nilai dasar Akuntabilitas dengan menerapkan nilai Tanggung Jawab dan Jujur.
https://www.ayobelajar.org/2019/01/cara-penentuan-standar-kkm-guru-mapel.html
Cara Penentuan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK
Pelaksanaan kegiatan rapat MGMP ini saya laksanakan sesuai dengan kesepakatan jadwal. Pada kegiatan rapat MGMP ini seluruh guru matapelajaran pendidikan Agama yang hadir berjumlah 5 orang. Rapat MGMP dilakukan dengan metode diskusi dan Tanya jawab. Dan kegiatan ini juga berakhir sesuai dengan waktu yang ditentukan dan penentuan standar KKM pun terlaksana dengan baik. Dalam hal ini saya telah mengaktualisasikan nilai dasar  Komitmen Mutu dengan menerapkan nilai Efektif dan Efisien

Rapat dimulai dengan doa pembukaan yang menerapkan sikap dan rasa bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan membuka dengan ramah kegiatan ini dan melakukan apersepsi mengenai hal-hal yang akan dibahas dalam rapat. Setelah itu melakukan re-evaluasi terhadap standar KKM yang telah ditetapkan sebelumnya terkait dengan hasil pencapaian siswa, lalu menetapkan standar KKM pendidikan agama Kristen kelas X dengan menjadikan waktu, kemampuan siswa, strategi pembelajaran, keadaan sekolah, fasilitas pendukung sebagai tolak ukur penetapan standar KKM.

Dalam melakukan rapat MGMP saya memperhatikan nilai-nilai kesopanan serta norma-norma yang berlaku pada masyarakat. Adapun dalam melakukan kegiatan ini yang kami siapkan diantaranya notulen rapat, silabus, RPP, daftar hadir.

Hal pertama yang menjadi pertimbangan kami dalam menentukan standar KKM adalah Kompleksitas yang mengacu pada tingkat kesulitan kompetensi dasar yang bersangkutan, Daya dukung meliputi kelengkapan mengajar seperti buku, ruang belajar, laboratorim(jika ada) dan lain-lain dan intake peserta didik yang merupakan kemampuan penalaran dan daya piker peserta didik.


Berikut adalah langkah-langkah penetapan KKM pendidikan agama Kristen. standar kompetensi Pendidikan Agama Kristen kelas X semester I ada 1 yang terdiri dari 4 kompetensi dasar. Maka standar penetapannya adalah Kompetensi Dasar 1=77, Kompetensi dasar 2=80, kompetensi dasar 3=75, kompetensi dasar 4=76. Maka standar KKMnya adalah 77%+80%+75%+76%=77,6% atau dibulatkan menjadi 78%. Jadi standar KK yang ditentukan untuk mata pelajaran pendidikan agama Kristen kelas X adalah 78. Dalam hal ini saya telah mengaktualisasikan nilai dasar Etika Publik dengan menerapkan nilai Sopan dan Taat Perintah.

Teknik yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah teknik kerja sama. Selain itu dalam proses pelaksanaan kegiatan rapat MGMP saya bersikap adil, tidak membeda-bedakan guru, serta menampung aspirasi dari rekan guru dan peduli terhadap respon yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini saya telah mengaktualisasikan nilai dasar Nasionalisme dengan menerapkan nilai  Kerja Sama dan adil.

Guru-guru agama tampak antusias dalam mengikuti rapat dan aktif berdiskusi dengan guru senior selaku narasumber. Kegiatan ini sangat mendukung terhadap pencapaian kompetensi siswa dan membantu mewujudkan visi sekolah yaitu Terwujudnya wiyatamandala SMK Negeri 1 Tana Righu yang dewasa, mandiri dan sebagai pusat layanan penyiapan tenaga kerja di tingkat menengah yang berbudi pekerti, profesional dan berdaya saing sesuai tuntutan pembangunan Nasional(Anti Korupsi: Tanggung Jawab Dan Adil)

Manfaat
Manfaat dari menggunakan teknik kerja sama  adalah agar kegiatan MGMP ini menjadi sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran, dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru dalam orientasi pembelajaran dalam kelas khususnya kerja sama dalam menentukan standar ketuntasan minimal (KKM)

Dampak
Dampak yang terjadi apabila teknik  ini  tidak digunakan maka guru akan kesulitan dalam mengevaluasi peserta didik sebab tidak adanya nenjadi standar ketuntasan belajar siswa

Demikian pemahaman atau terkait Cara Menentukan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK, semoga bermanfaat.

Unduh Cara Penentuan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK di Sini

Belum ada Komentar untuk "Cara Penentuan Standar KKM Guru Mapel Pendidikan Agama Kurikulum 2013 (K13) Jenjang SMK"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan di atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel