CONTOH MEMBUAT RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH

https://www.ayobelajar.org/2018/12/contoh-membuat-rencana-pengembangan.html
CONTOH MEMBUAT RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH
A.   Rencana Strategis (Lima Tahun) Sekolah

CONTOH MEMBUAT RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH. Dalam  membuat  rencana  pengembangan  sekolah,  seorang  kepala  sekolah  harus melakukan  terlebih  dahulu  rencana  strategis  lima  tahun  ke  depan  hal‐hal  sebagai berikut.
1.  Analisis Lingkungan Strategis:
a.  Lingkungan geografis
b.  Lingkungan demografis.
c.  Lingkungan sosial ekonomi
d.  Budaya
e.  Regulasi Pemerintah.

2.  Analisis Kondisi Pendidikan Saat ini, misalnya:
a.  Pengembangan kelas akselerasi, kelas bilingual, kelas unggul, kelas model pembelajaran bahasa Inggris, dll.
b.  Meninjau kembali visi dan misi sekolah yang telah ditetapkan.
c.  Kondisi sarana dan prasarana sekolah.
d.  Sumber daya manusia.
 
3.  Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang (Lima Tahun Ke Depan), misalnya:
a.  Dimungkinkan  dikembangkan  sekolah  nasional  yang  berskala  internasional secepatnya.
b.  Seiring  dengan  program  kabupaten/kota  tentang  kota  wisata,  maka  perlu dikembangkan bahasa Jepang.

4.  Identifikasi Tantangan Nyata (Kesenjangan Kondisi)
Berdasarkan analisis situasi, baik internal maupun eksternal sekolah, dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (empat tahun ke depan) yang  mempertimbangkan  aspek  pemerataan,  kualitas,  relevansi,  efisiensi,  dan kapasitas sekolah. Dengan demikian dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.

B.   Program Strategis

1. Dibuat program‐program pokok/dominan atau yang  diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan.
2. Program harus mengacu pada tujuan, misi, dan visi
Contoh Program Strategis
Diambil dari indicator visi, misi atau tujuan sebelumnya, misalnya Pengembangan
KTSP, contoh programnya adalah:
1.  Pengembangan silabus
2.  Pengembangan RPP
3.  Pengembangan pemetaan
4.  Pengembangan sistem penilaian 
5.  Pengembangan kurikulum satuan pendidikan, dan
6.  Pengembangan kurikulum muatan local.

Contoh lain program strategis:
1.  Pengembangan proses pembelajaran
2.  Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan
3.  Pengembangan sarana, prasarana, dan media pendidikan
4.  Pengembangan bahan dan sumber belajar
5.  Pengembangan manajemen sekolah 
6.  Peningkatan prestasi kelulusan, dan
7.  Pengembangan kegiatan lomba‐lomba akademik dan non akademik.

C.   Strategi Pelaksanaan/Pencapaian

Strategi  Pelaksanaan/Pencapaian  merupakan  cara,  teknik,  seni,  metode,  dalam pelaksanakan program‐program strategis.
Contoh strategi pelaksanaan/pencapaian:
1.  Dalam program pengembangan kurikulum satuan pendidikan strateginya adalah menjalin  kerjasama  dengan  Komite  Sekolah  dan  stakeholder  lain  dalam melaksanakan  kunjungan,  workshop,  lokakarya,  seminar,  in  House  Training,  dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan.
2. Dalam program pengembangan kurikulum strateginya adalah menjalin kerjasama dan mengoptimalisasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK, KD, dll, membuat  silabus,  membuat  RPP,  membuat  model‐model  penilaian,  dll  melalui workshop, IHT, dll untuk menghasilkan dokumen kurikulum sekolah.
3.  Dalam program pengembangan sarana da prasarana, bahan ajar, sumber belajar, dan media  pembelajaran stateginya adalah menjalin kerjasama dengan pihak lain dan  mengoptimalisasikan  SDM  sekolah  untuk  mengembangkan,  melengkapi, menambah,  dan  sebagainya  dalam  rangka  memenuhi  standar  sarana  dan prasarana serta media pembelajaran sekolah.

D.   Hasil  yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan merupakan hasil‐hasil pencapaian pelaksanaan program, baik kuantitas maupun kualitas, yaitu dari program‐program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Contoh
Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program‐program di atas antara lain:
1.  Tercapainya predikat SMP Formal Mandiri atau SMP Standar Nasional
2.  Tercapainya kelulusan sesuai SNP 
3.  Tersedianya Kurikulum Satuan Pendidikan
4.  Terpenuhinya kurikulum sekolah sesuai SNP pada tahun 2009 tentang:
a.  Pemetaan SK, KD, dan Indikator
b.  Silabus untuk semua mata pelajaran dari kelas 7‐9
c.  Dokumen Sistem Penilaian untuk semua mata pelajaran dari kelas 7‐9
d.  RPP untuk semua mata pelajaran dari kelas 7‐9

Hasil tersebut diupayakan selalu memerhatikan apa, kapan tercapai, dan dalam
pelaksanaan pencapaian dibuat penahapan. Contoh hasil yang diharapkan lainnya
adalah:
1.  Terpenuhinya sarpras dan media pendidikan sesuai SNP.
2.  Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan sesuai SNP.
3.  Terpenuhinya pengelolaan pendidikan sesuai SNP.
4.  Terpenuhinya standar kelulusan sesuai SNP.

E.   Monitoring dan Evaluasi (Monev)

1.    Monitoring  dan  evaluasi  merupakan  salah  satu  rencana  program
strategis selama  empat  tahun  untuk  melaksanakan  monev  di  sekolahnya.  Monev ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya serta untuk mengetahui kecukupan unsur‐unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP.
2.    Substansi  yang  dimonev  antara  lain  kinerja  guru,  TU,  kinerja  sekolah, dan sumber  daya  sekolah  lainnya,  termasuk  kesiswaan.  Monev  dilakukan  oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah.
3.    Membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan.
4.    Melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal)
5.    Termasuk disalamnya adalah program supervise klinis oleh sekolah.

Contoh program supervisi dan monev selama empat tahun:
1.    Melaksanakan  supervisi  klinis  KTSP  (membuat  instrumen,  memvalidasi, melaksanakan, menganalisis, membuat laporan, dan tindaklanjutnya).
2.    Melaksanakan supervisi klinis CTL, dan lainnya.
3.    Melaksanakan evaluasi kinerja sekolah (internal) akhir tahun (menentukan tim, membuat  instrumen,  memvalidasi,  melaksanakan,  menganalisis,  membuat laporan, dan tindak lanjutnya)

F.    Pembiayaan
1.    Pembiayaan untuk empat tahun dapat dibuat  rinci tiap tahunnya dari berbagai sumber  atau  langsung  perkiraan  totalnya  dari  terbagai  sumber.  Semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS.
2.    Pada kolom poligram, masukkan program‐program strategis yang telah dibuat sebelumnya.
3.    Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 
4.    Sangat  mungkin  satu  program  strategis  dapat  dibiayai  oleh  lebih  dari  satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacu kepada peraturan masing‐masing yang berlaku.
5.    Suatu  program  strategis  dimasukan,  baik  dalam  rangka  peningkatan  mutu, relevansi,  efisiensi,  pemerataan,  maupun  pengembangan  kapasitas  sekolah pendidikan.
6.    Komponen  lain  yang  dimasukan  ke  dalam  kolom  program  adalah  gaji  dan tunjangan  pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  langganan  jasa  dan  daya, keperluan  sehari‐hari,  pemeliharaan  gedung  dan  ruang  serta  inventaris, pengadaan sarana kantor/pendidikan.

G.   Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahun

Catatan penting dalam penyusunan Renop:
1.    Renop dibuat penting tiap tahun, bukan empat tahun sekaligus.
2.    Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. Renop merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan.
3.    Khusus bagi sekolah, SSN direkomendasikan mengunakan analisis SWOT.

Belum ada Komentar untuk "CONTOH MEMBUAT RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel