Badan Akreditasi Nasional - Penggunaan Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/ madrasah

Badan  Akreditasi  Nasional  Sekolah/Madrasah  (BAN-S/M)  menetapkan tagline:  Akreditasi  Bermutu  untuk  Pendidikan  Bermutu.  Tagline tersebut  dimaksudkan  untuk  memperkuat  dan  mengaktualisasikan moto BAN-S/M: profesional, tepercaya, dan terbuka.
Akreditasi  bermutu  untuk  pendidikan  bermutu  memiliki  empat  pilar. Pertama,  perangkat  yang  bermutu.  BAN-S/M  berusaha menyempurnakan  Perangkat  Akreditasi  sebagai  alat  penilaian  mutu pendidikan  yang  valid  dan  realiable  dengan  mengacu  pada  Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan-peraturan yang terkait. Perangkat yang  bermutu  terdiri  atas  Instrumen,  Petunjuk  Teknis,  Data  dan Informasi  Pendukung  serta  Teknik  Penskoran.

Perangkat  Akreditasi disusun  dengan  bahasa  yang  mudah  dan  sederhana  sehingga  tidak menimbulkan  salah  pengertian  dan  perbedaan  pendapat  antara sekolah/ madrasah  dengan  asesor.  Perangkat  disusun  dengan  lebih sederhana  sehingga  memudahkan  sekolah/madrasah  dalam mempersiapkan akreditasi dan pada saat visitasi. Perangkat Akreditasi dapat  diakses  melalui  website  BAN-S/M,  Dinas  Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan media lainnya sehingga dapat dipelajari.

Pilar kedua adalah asesor yang bermutu. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan keterbukaan, BAN-S/M mensyaratkan usia asesor 30-58  tahun,  pendidikan  sekurang-kurangnya  S1,  memiliki pengalaman  kerja  dan  latar  belakang  pendidikan  yang  relevan,  dan mahir  komputer.  Bagi  asesor  dari  profesi  guru  harus  berasal  dari sekolah/madrasah  yang  terakreditasi.  Asesor  juga  harus  memiliki kecakapan  sosial  dan  berkepribadian  luhur.  Asesor  yang  tidak mematuhi  kode  etik  dapat  diberhentikan.  Rekrutmen  asesor dilaksanakan  secara  terbuka  melalui  pengumuman  di  media  massa atau  pemberitahuan  ke  lembaga  terkait.  Setiap  orang  yang  melamar sebagai  asesor  harus  mengikuti  tes  tulis,  wawancara,  penilaian portofolio,  dan  pelatihan  calon  asesor.  Asesor  bukanlah  mereka  yang ditunjuk  tetapi  kalangan  profesional  yang  diseleksi  dengan  ketat. Asesor  adalah salah satu pelaku utama Akreditasi  yang  berhubungan langsung  dengan  masyarakat  sehingga  kepribadian  mereka
menentukan  citra  BAN-S/M  dan  hal-hal  lain  yang  terkait  dengan Akreditasi.

Pilar  ketiga  adalah  manajemen  yang  bermutu.  BAN-S/M  berusaha memperbaiki  sistem  manajemen  baik  yang  terkait  dengan perencanaan,  pelaksanaan  kegiatan.  monitoring  dan  evaluasi.  Proses penetapan  kuota  dan  sekolah/ madrasah  diperbaiki  sehingga  lebih cepat,  adil,  dan  objektif.  Usaha  penyempurnaan  manajemen  dapat dilihat dari perubahan prosedur  operasional standar (POS). Melalui POS pihak-pihak  yang  terkait  dengan  Akreditasi  khususnya  BAN-S/M Provinsi  dan Kepala Sekolah/Madrasah   dapat melaksanakan kegiatan dengan  benar.  Termasuk  ke  dalam  pilar  ketiga  adalah
pertanggungjawaban  keuangan  yang  benar,  kinerja,  dan  komunikasi yang semakin baik.

Pilar  keempat  adalah  hasil-hasil  yang  bermutu.  BAN-S/M  mulai mengembangkan  sistem  database  yang  memuat  hasil  dan  peringkat Akreditasi.  Hasil-hasil  Akreditasi  terintegrasi  dengan  data  pokok pendidikan,  dan  memuat  data  tentang  keadaan  sekolah/ madrasah sehingga menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan.  BAN-S/M  mencatat  beberapa  Daerah  mulai  menjadikan hasil  Akreditasi  sebagai  bagian  dari  program  peningkatan  mutu pendidikan. BAN-S/M senantiasa memberikan data-data yang lengkap dan mutakhir  (available), mudah diakses  (accessable), dan bermanfaat (beneficial). Berbagai pihak dapat mengolah dan memanfaatkan hasil Akreditasi  untuk  kepentingan  studi,  pemetaan  mutu  pendidikan,  dan perencanaan pembangunan.

POS  ini  digunakan  oleh  BAN-S/M  dan  BAN-S/M  Provinsi  untuk melaksanakan  akreditasi  sekolah/madrasah  dengan  syarat kepengurusan BAN-S/M dan BAN-S/M Provinsi  sesuai dengan Pedoman Akreditasi  Sekolah/Madrasah  dan peraturan  perundangan  yang berlaku.

Belum ada Komentar untuk "Badan Akreditasi Nasional - Penggunaan Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/ madrasah "

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel