TANGISAN DARI PINGGIRAN - Puisi

https://www.ayobelajar.org/2018/11/tangisan-dari-pinggiran-puisi.html
TANGISAN DARI PINGGIRAN - Puisi

TANGISAN DARI PINGGIRAN

Setetes embun dibalik selembar daun kecil
Pada rimbun belukar di pinggang hutan
Yang luput dari sapaan hangat mentari pagi
Bagai sepoci minuman di tengah kegerahan
Bagi kami kerongkongan kecil yang kering
Menadah di tengah kerontang alam

Sayang,
Setetes yang kami tadah dengan jemari kurus
Pada telapak tangan mungil ini
Menetes hilang dalam retak tanah pinggiran
Meresap dalam pori bumi tak berbekas
Tak menyapa di bibir kering kami
Yang telah mengelupas karena dehidrasi

Tataplah mata kami, Pak
Di situ ada kerinduan pada kasih
Dari hati yang ikhlas berbagi bakti
Ataukah ilmu harus memilih
Pada siapa dan di mana harus dibagi?

Jika keistimewaanmu hanya milik orang kota
Lalu kemana kami berlabuh melempar sauh?
Tidakkah bening mata kami
Menyentuh rindu jiwa seorang guru?
Kendati kami lahir sebagai anak pinggiran.

Belum ada Komentar untuk "TANGISAN DARI PINGGIRAN - Puisi"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel