BANGUNLAH - Puisi

BANGUNLAH - Puisi

BANGUNLAH

Dengarlah kokok ayam, Nak
Membelah subuh yang mulai gaduh
Memecah bening embun pagi yang hening
Titik pada lahan kita yang mulai rengkah
Bahkan hijau padang rumput mulai terbelah.

Kenapa kau masih meringkuk dibalik selimut?
Membuai mimpi di kala mentari mulai tinggi
Memeluk guling saat bola nasib menggelinding
Dibelai empuk tilam tatkala lukisan dinding mulai buram
Kenapa, Nak?

Ataukah kau malah menunggu
Matahari tinggi, memanggang!
Didihkan ubun-ubunmu
Rontokkan rambut indahmu
Lelehkan isi kepalamu
Hingga tersisa tengkorak hidup
Yang tak lagi bernyawa

Bangunlah, Nak!
Jangan biarkan,
Nyaman guling membuatmu terguling
Dalam kantuk samar bolamu menggelinding
Seiring kapuk tilam berterbangan
Nyenyak lelapmu pada tilam yang tinggal bungkusan
Kala terbangun gelap malam butakan pandangmu
Hari berlalu gulita mendekapmu

Belum ada Komentar untuk "BANGUNLAH - Puisi"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel