Media Pembinaan Sekolah Dasar Suplemen Kurikulum 2013 Sekolah Dasar (SD)

AYOBElAJAR.org - Pelaksanaan Kurikulum 2013 secara terus menerus dikembangkan agar sesuai dengan tuntutan zaman. Kini kurikulum 2013 semakin lengkap setelah diintegrasikan dengan penguatan pendidikan karakter (PPK), sesuai dengan edaran baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Hal itu dikatakan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Dr. H. Khamim, M.Pd., saat membuka Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Tahun 2018, Senin, 19 Februari 2018.
Langkah ini adalah bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Untuk melaksanakan tugas tersebut, maka para instruktur harus diberikan penyegaran bagaimana untuk mengintegrasikan pendidikan dalam kurikulum dan harus sudah sampai kepada Guru Sasaran (GS) paling lambat petengahan Juli 2018, sesuai arahan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, “ kata Khamim. 

Seperti diketahui, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, mengamanatkan untuk meningkatkan daya saing regional, seiring dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam rangka peningkatan daya saing sumber daya manusia. "Melalui Perpres 87 Tahun 2017, kita harapkan selain anak kita mempunyai kecerdasan intelektual, mereka juga memiliki karakter yang baik. Ini menjadi tantangan kita semua, “katanya.

Dalam Perpres 87 Tahun 2017, disebutkan sekolah boleh menerapkan 5 atau 6 hari sekolah. Dengan dua hari libur bagi yang menerapkan 5 hari sekolah, diharapkan intensitas pertemuan anak dengan orang tua akan semakin banyak. “Harus ada kerjasama antara sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak agar memiliki karakter yang baik,”ujarnya.

Saat ini, anak-anak semakin sulit bercengkerama dengan orang tua.
“Khususnya di perkotaan, kita ibaratnya ‘manusia gelap’. Saat berangkat ke
kantor di pagi hari, anak-anak masih tidur, sementara kala kita pulang, anak-anak
sudah tidur, “kata Khamim membuat ilustrasi. Jika ada libur 2 hari dalam satu pekan, maka waktu pertemuan anak-anak dengan orang tua makin banyak.

Untuk menyatukan penguatan pendidikan karakter dengan kurikulum 2013, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar sudah bekerja keras untuk menyusun modul yang bisa menjadi pedoman bagi instruktur dan guru. Ia menyatakan banyak
tugas menantang saat ini maupun masa mendatang. Saat ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar memiliki tugas besar karena begitu banyak jumlah sekolah dan siswa yang menjadi tanggung jawabnya.

Indonesia memiliki 128.697 sekolah dasar (SD) dengan jumlah siswa lebih dari 25,9 juta anak. Namun sampai saat ini belum semua sekolah menerapkan Kurikulum 2013. “Baru sekitar 62 persen sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum 2013, “ kata Khamim kembali. Jika dibandingkan dengan SMP dan SMA sederajat, tugas Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar relatif lebih berat. “Sekarang masih ada 55 ribuan sekolah dasar yang masih harus menerapkan kurikulum 2013. Sementara SMP masih ada 14 ribu sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013. Untuk SMA tentu lebih sedikit lagi, sekitar ribuan, “kata Khamim lagi.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar akan mengejar target Angka Partisipasi Murni (APM) yakni persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan. Angka ini dihitung dengan cara jumlah anak usia sekolah 7 sampai 12 tahun yang duduk di bangku SD dibagi dengan seluruh anak berusia 7 sampai 12 tahun, dikalikan 100 persen.

0 Response to "Media Pembinaan Sekolah Dasar Suplemen Kurikulum 2013 Sekolah Dasar (SD)"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel