Juknis Program Pengajar Pengganti (JARTI) Guru PPG

AYOBELAJAR.org - Penyelesaian  permasalahan  pendidikan  di  daerah Terdepan,  Terluar,  dan  Tertinggal (3T)  merupakan salah  satu program prioritas Nawacita ke-3 Presiden Joko Widodo dan Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla,  yaitu  membangun  Indonesia  dari  pinggiran  dengan memperkuat  daerah-daerah  dan  desa  dalam  kerangka Negara  Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI),  termasuk  di  dalamnya  membangun  pendidikan  di  daerah  3T.
https://www.ayobelajar.org/2018/09/juknis-program-pengajar-pengganti-jarti.html
Juknis Program Pengajar Pengganti (JARTI) Guru PPG 
Program pemerintah tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional  seperti  yang  dinyatakan  pada  pasal  3   Undang-Undang  (UU)  Republik Indonesia  Nomor  20   Tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan  Nasional  yakni  untuk berkembangnya  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  Manusia  yang  beriman  dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Salah satu  program  yang  telah  dilakukan  pemerintah  untuk  mengatasi  permasalahan tersebut  adalah  melaksanakan  program  khusus  untuk  menempatkan  guru  yang ditugaskan di daerah 3T melalui program Guru Garis Depan (GGD) atau yang dikenal dengan Program Guru Daerah Khusus (Gurdasus).

Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  (Kemendikbud)  pada  tahun  2018,
melaksanakan  program  peningkatan  kompetensi  guru  di  daerah  Terdepan,  Terluar,  dan Tertiggal (3T)  melalui program Pelatihan Guru Daerah Khusus yang memberi kesempatan kepada  guru  daerah  khusus  yang  bergelar  sarjana/ Diploma  IV,  dan  sudah  mengabdi  di sekolah-sekolah 3T  untuk mengikuti  Pendidikan Profesi Guru (PPG). Keikutsertaan PPG menjadi syarat wajib seorang guru dikatakan sebagai  guru professional.


Namun demikian, mengingat kondisi, tantangan dan hambatan yang dihadapi  guru yang mengajar di daerah khusus atau guru daerah khusus (Gurdasus)  dalam meningkatkan profesionalitasnya perlu dilakukan  kegiatan  pembekalan  sebelum  mengikuti  PPG  atau  kegiatan  prakondisi  dalam bentuk pelatihan untuk menyiapkan Gurdasus agar dapat menyelesaikan PPG. Program ini disebut Pelatihan Guru Daerah Khusus (PGDK).

PGDK  diselenggarakan  oleh  Direktorat  Jenderal  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan selama  8  (depalan)  hari.  Selama  mengikuti  PPG,  Gurdasus  harus  meninggalkan  sekolah yang diampunya selama kurang lebih 3 bulan. Oleh karena itu, terjadi kekosongan pengajar di kelas yang diampu oleh Gurdasus. Untuk mengisi kekosongan tersebut,  Kemendikbud menyiapkan program yang disebut dengan Pengajar Pengganti (JARTI). Hal ini dilakukan agar pembelajaran di kelas yang ditinggalkan oleh Gurdasus peserta PGDK dan PPG dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Agar pelaksanaan Program  JARTI  berjalan efektif,
maka  disusun  pedoman. 

Pedoman  ini  memuat  rambu-rambu  yang  dapat  dijadikan  acuan bagi panitia pelaksana untuk melakukan Program JARTI secara efektif dan efisien.

Belum ada Komentar untuk "Juknis Program Pengajar Pengganti (JARTI) Guru PPG"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel