Apa dan Bagaimana Pengorganisasian Belajar bagi Anak PAUD Kurikulum 2013

AYOBELAJAR.org - Pengorganisasian  belajar  dapat  diartikan  pengaturan  ruang  belajar  yang disesuaikan dengan bentuk layanan, jumlah anak, dan kelompok usia anak yang dilayani. Pengorganisasian ruang belajar memperhatikan hal sebagai berikut.
Idealnya  setiap  anak  membutuhkan  ruang  bergerak  di dalam ruangan 3 m 2 .   Namun, ruang belajar dalam bukan satu-satunya  tempat  belajar  anak.  Jika  satuan  PAUD memiliki ruang belajar luar yang cukup luas, satuan PAUD dapat  menambah  jumlah  anak  yang  dapat  dilayani  di satuan PAUD tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya ruang belajar tidak disekat permanen dan setiap ruangan hanya dipergunakan  oleh  satu  kelompok  anak.  Ruang  belajar yang  bersifat  bergerak  (moving  class)  menjadi  solusi bagi jumlah ruangan terbatas dengan jumlah anak didik banyak.  Jangan  sekali-kali  memaksakan  semua  anak masuk ke dalam ruangan yang terbatas.

Kelompok usia anak mempengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang dapat diterima di satuan PAUD. Semakin muda anak yang dilayani, semakin luas keperluannya untuk bergerak. Di samping itu semakin muda usia anak maka rombongan belajarnya semakin kecil. Dalam Standar PAUD ditetapkan:
1.    Rombongan belajar untuk kelompok usia
0 – 2 tahun adalah 4 anak/kelompok
2.    Rombongan belajar untuk kelompok usia
2 – 4 tahun adalah 8 anak/kelompok
3.    Rombongan belajar untuk kelompok usia
4 – 6 tahun adalah 15 anak/kelompok

Kebutuhan  jumlah  pendidik  pun  berbeda. Semakin  muda  kelompok  usia  anak,  rasio guru dan anak semakin kecil.

1.    Bebas dari bahan yang berbahaya.
2.    Penataan sarana cukup luas bagi anak bergerak bebas, tidak perlu berdesakan.
3.    Ketinggian mainan sebaiknya tidak lebih dari 1.5 meter dan tingkat kemiringannya sekitar 40 derajat.
4.    Dasar seluncuran cukup lembut.
5.    Dipastikan tidak mudah patah atau putus.
6.    Dikontrol  dan  diperbaiki  secara  reguler. Sebaiknya  tidak  terkena  langsung  terik matahari.
7.    Seluncuran, ayunan, jungkitan, dan sarana bermain  outdoor  dalam  kondisi  baik  dan catnya tidak mengandung toxin.
8.    Jika bahan menggunakan kayu, dipastikan permukaan  kayu  licin  untuk  mencegah anak tertusuk serpihannya.

1.    Pagar  pembatas  area  outdoor  dengan tempat  umum  di  luar  lembaga  diperlukan untuk  memastikan  bahwa  anak-anak  tidak bisa  terdorong  ke  dalam situasi berbahaya.
2.    Desain  dan  ketinggian  pagar harus  sedemikian  rupa  untuk mencegah  anak  dapat  keluar dengan  cara  merangkak  di bawah
3.    Mekanisme  penguncian harus  disediakan  untuk meng atasi potensi berbahaya ketika gerbang tidak ditutup.
4.    Pagar dapat menjadi sentra berkebun anak. Pagar pembatas area outdoor.

Toilet termasuk prasarana vital yang harus dimiliki satuan PAUD. Tempat ini harus dirancang dan dirawat dengan baik, karena selain  untuk  pembelajaran  anak,  tempat  ini  memudahkan penyebaran  virus  atau  bakteri.  Oleh  karena  itu,  untuk  toilet yang bersih harusnya memenuhi unsur berikut:
1.    Toilet  anak  terpisah  dengan  toilet  dewasa.  Untuk  toilet anak tidak memerlukan slot kunci. Pintu toilet anak cukup setengah badan.
2.    Ruangan toilet dekat dengan kegiatan anak agar mudah terawasi oleh guru.
3.    Tersedia air bersih yang bisa diakses anak secara  mandiri.
4.    Tersedia sarana pembersih (sabun cair) dan pengering  tangan (tissue) untuk pembiasaan pola hidup bersih dan sehat.
5.    Tersedia tempat pembuangan benda kotor.
6.    Lantai diusahakan selalu kering agar tidak licin dan bebas dari bau.
7.    Ukuran alat fasilitas kebersihan (sanitary) sesuai dengan ukuran anak agar anak dapat  menggunakan  dengan  mudah  dan mampu  membersihkannya  sendiri  dengan mudah pula.
8.    Pencahayaan ruang toilet cukup baik dengan sirkulasi  udara  yang  baik  pula  agar  tidak mudah tumbuh jamur dan bau.
9.    Semua alat dan sanitary di ruang mandi selalu terjaga kebersihannya.

Ruang luar merupakan lingkungan belajar yang sangat menyenangkan bagi anak.
Di ruang luar anak lebih bebas bergerak karena seharusnya ruang luar memfasilitasi
perkembangan motorik kasar anak.
1.    Luas area bermain sebagaimana standar internasional menetapkan 7 m 2  per anak
2.    Ruang bermain outdoor dipastikan tidak terdapat binatang yang menyengat
3.    Bak  pasir  harus  ditutup  bila  tidak  digunakan  dan  dipastikan  dalam  kondisi kering agar tidak menjadi tempat berkembang biak binatang kecil.
4.    Area basah ditempatkan di luar, dekat dengan sumber air, lantai yang tidak licin, sanitasi terjaga baik agar air tidak menggenang.

Belum ada Komentar untuk "Apa dan Bagaimana Pengorganisasian Belajar bagi Anak PAUD Kurikulum 2013"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus.
Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel