Inilah Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia

AYOBELAJAR.org,--- Ada beberapa cara untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kosakata bahasa daerah dalam bahasa Indonesia. Salah satunya adalah dengan melihat keberadaan kosakata bahasa daerah di dalam kamus. Kamus, selain menjadi sumber rujukan dalam memahami makna kata suatu bahasa, juga merupakan rekaman tertulis penggunaan bahasa yang (pernah) digunakan oleh masyarakat penggunanya. 

KBBI merupakan salah satu kamus komprehensif yang merekam penggunan kata, termasuk di dalamnya kosakata bahasa daerah yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. KBBI disusun berdasarkan kamus bahasa Indonesia yang telah ada sebelumnya, seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1985), Kamus Indonesia (Harahap, 1951), dan Kamus Modern Bahasa Indonesia (Zain, t.t.).
KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008) memuat kurang lebih 70 bahasa daerah yang telah dianggap sebagai warga bahasa Indonesia. Selain bahasa daerah, KBBI juga memuat dialek Melayu, seperti Melayu Jakarta, Melayu Jambi, dan Melayu Medan, serta memuat bahasa asing, seperti bahasa Arab, bahasa Belanda, dan bahasa Cina.

Kosakata dari bahasa daerah tersebut dapat diidentifikasi dengan dua cara, yaitu (1) melihat label yang ditulis antara lema dan kelas kata dan (2) melihat informasi asal bahasa yang ada di dalam definisi. Berdasarkan penghitungan dengan hanya memperhatikan label penggunaan bahasa daerah, diketahui bahwa kosakata serapan bahasa daerah berjumlah 3.592 entri. Jika dilihat dari jumlah entri yang terdapat dalam KBBI Edisi Keempat (2008) yang memuat 90.049 entri, bahasa daerah ternyata hanya memberikan kontribusi sebesar lebih kurang 3,99% dalam kosakata bahasa Indonesia. Jumlah tersebut sungguh sangat kecil. Oleh karena itu, pernyataan yang menyebutkan bahwa bahasa daerah adalah pilar utama dan penyumbang terbesar kosakata bahasa negara, seperti yang tersurat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007, perlu dipertimbangkan kembali. Berikut ini adalah tabel lengkap bahasa daerah dan jumlah kosakata yang disumbang.
No.
Bahasa
Label
Jumlah Kosakata
Persentase
Provinsi
1
Jawa
Jw
1109
30,87%
Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY
2
Minangkabau
Mk
929
25,86%
Sumatera Barat
3
Sunda
Sd
223
6,21%
Jawa Barat
4
Madura
Mdr
221
6,15%
Jawa Timur
5
Bali
Bl
153
4,26%
Bali
6
Aceh
Ach
112
3,12%
Aceh
7
Banjar
Bjr
100
2,78%
Kalimantai Timur
8
Muna
Mu
63
1,75%
Sulawesi Tenggara
9
Using
Us
46
1,28%
Jawa Timur
10
Gayo
Gy
45
1,25%
Aceh
11
Tolaki
Tlk
42
1,17%
Sulawesi Tenggara
12
Wolio
Wl
36
1,00%
Sulawesi Tenggara
13
Muyu
My
33
0,92%
Papua
14
Batak
Bt
32
0,89%
Sumatera Utara
15
Alas
Als
30
0,84%
Aceh
16
Kaili
Kal
30
0,84%
Sulawesi Tengah
17
Bugis
Bg
24
0,67%
Sulawesi Selatan
18
Dayak
Dy
20
0,56%
Kalimantan Tengah
19
Sangir/Sangihe
Sng
19
0,53%
Sulawesi Utara
20
Sasak
Sk
18
0,50%
NTB
21
Lampung
Lp
17
0,47%
Lampung
22
Benuaq
Bn
16
0,45%
Kalimantan Timur
23
Makassar
Mks
15
0,42%
Sulawesi Selatan
24
Berik
Brk
14
0,39%
Papua
25
Jayawijaya
Jyw
13
0,36%
Papua
26
Sumbawa
Sb
13
0,36%
NTB
27
Papua
Pp
12
0,33%
Papua
28
Putuk
Ptk
12
0,33%
Kalimantan Timur
29
Dani
Dn
11
0,31%
Papua
30
Pulo/Wakatobi
Pl /Wkt
11
0,31%
Sulawesi Tenggara
31
Minahasa
Mn
10
0,28%
Papua
32
Mandar
Mr
10
0,28%
Sulawesi Selatan
33
Tombulu
Tbl
10
0,28%
Sulawesi Utara
34
Minahasa Tonsea
Tns
10
0,28%
Sulawesi Utara
35
Abrab
Abr
9
0,25%
Papua
36
Sentani
Stn
8
0,2%
Papua
37
Toulour
Tl
8
0,22%
Sulawesi Utara
38
Toraja
Trj
7
0,19%
Sulawesi Selatan
39
Bugis-Makassar
BgM
6
0,17%
Sulawesi Selatan
40
Bima
Bm
6
0,17%
NTB
41
Kapuas Hulu
Kh
6
0,17%
Kalimantan Barat
42
Kamoro
Kmr
6
0,17%
Papua
43
Talaud
Tld
6
0,17%
Sulawesi Utara
44
Waropen
Wrp
6
0,17%
Papua
45
Biak
Bk
5
0,14%
Papua
46
Ekagi
Ekg
5
0,14%
Papua
47
Fakfak
Ff
5
0,14%
Papua
48
Kulawi
Kul
5
0,14%
Sulawesi Tengah
49
Massenrempulu
Mp
5
0,14%
Sulawesi Selatan
50
Sorong
Sr
5
0,14%
Papua
51
Asmat
Asm
4
0,11%
Papua
52
Wamena
Wmn
4
0,11%
Papua
53
Aji
Aj
3
0,08%
Sumatera Selatan
54
Basemah
Bsm
3
0,08%
Sumatera Selatan
55
Mimika
Mmk
3
0,08%
Papua
56
Sekayu
Sky
3
0,08%
Sumatera Selatan
57
Pegunungan Tengah
PnT
2
0,06%
Papua
58
Awyu
Awy
1
0,03%
Papua
59
Baliem
Blm
1
0,03%
Papua
60
Bauzi
Bz
1
0,03%
Papua
61
Damal/Amungkal
Dm/Amk
1
0,03%
Papua
62
Jayapura
Jyp
1
0,03%
Papua
63
Kimaam
Km
1
0,03%
Papua
64
Kaureh
Kr
1
0,03%
Papua
65
Lengkayap
Lkp
1
0,03%
Sumatera Selatan
66
Bian Marind Deg
Mrd
1
0,03%
Papua
67
Ormu
Or
1
0,03%
Papua
68
Petapa
Pt
1
0,03%
Sulawesi Tengah
69
Rampi
Ram
1
0,03%
Sulawesi Tengah
70
Wandamen
Wdm
1
0,03%
Papua

Total

3592

Dari tabel di atas, bahasa Jawa menempati urutan teratas dalam kontribusinya terhadap pengembangan kosakata bahasa Indonesia, yakni sebesar 30,54 %. Berturut-turut disusul oleh bahasa Minangkabau (25,59%), Sunda (6,14%), Madura (6,09%), Bali (4,21%), Aceh (3,08%), dan Banjar (2,75%). Sementara itu, di urutan bawah umumnya ditempati oleh bahasa di sebelah timur Indonesia, terutama wilayah Papua. Dari fakta tersebut, terlihat bahwa bahasa yang secara geografis terletak di wilayah barat Indonesia lebih banyak memberikan kontribusi kosakata daripada bahasa di wilayah timur meskipun dari segi jumlah bahasa, di wilayah timur lebih banyak daripada di wilayah barat.

Berdasarkan jumlah penuturnya, terdapat 13 bahasa daerah yang penuturnya di atas satu juta orang, yaitu bahasa Jawa (75.200.000), Sunda (27.000.000), Melayu (20.000.000), Madura (13.694.000), Minang (6.500.000), Batak (5.150.000), Bugis (4.000.000), Bali (3.800.000), Aceh (3.000.000), Sasak (2.100.000), Makassar (1.600.000), Lampung (1.500.000), dan Rejang (1.000.000) (Lauder dan Lauder, 2012). Besarnya jumlah penutur ternyata berkorelasi dengan jumlah kosakata bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Makin besar jumlah penuturnya, makin besar kecenderungan kosakata yang diserap. Selain itu, proses penyerapan kosakata di dalam sejarah bahasa Melayu/Indonesia sudah lama berjalan. Jadi, tidaklah mengherankan jika bahasa serumpun yang jumlah penuturnya tergolong besar menjadi penyumbang utama dalam kosakata bahasa Indonesia. Namun, hal itu tidak berlaku pada bahasa Minang karena meskipun dalam hal jumlah penutur berada di peringkat kelima, ternyata bahasa Minang merupakan penyumbang kedua terbesar di atas bahasa Sunda dan bahasa Madura yang memiliki jumlah penutur yang lebih besar. Hal itu tampaknya karena dukungan tradisi sastra Indonesia yang dahulu didominasi oleh sastrawan asal Minangkabau.

Selain jumlah penutur, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi banyak atau sedikitnya kosakata bahasa daerah diserap ke dalam bahasa Indonesia, khususnya ke dalam KBBI, yaitu:
a.    kekerapan penggunaan kosakata bahasa daerah oleh wartawan di media massa,
b.    kekerapan penggunaan kosakata bahasa daerah oleh penulis atau sastrawan dalam karangannya,
c.    kekerapan penggunaan kosakata bahasa daerah oleh tokoh publik, dan
d.    ketersediaan konsep baru pada kosakata bahasa daerah yang tidak dimiliki oleh bahasa Indonesia.

Bahasa Melayu dengan berbagai dialeknya dalam KBBI tidak dianggap sebagai bahasa daerah karena bahasa Melayu mendasari bahasa Indonesia dan telah dipakai sebagai lingua franca selama berabad-abad di seluruh kawasan Indonesia. Sumbangan dialek bahasa Melayu dalam kosakata bahasa Indonesia di dalam KBBI (2008), dengan melihat label yang ditulis antara lema dan kelas kata, tercatat sebanyak 596 entri, seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Jumlah tersebut, jika diperingkatkan dalam tabel penyumbang kosakata, berada pada posisi ketiga, setelah bahasa Jawa dan bahasa Minang.
No.
Dialek
Label
Jumlah Kosakata
Persentase
1
Melayu Jakarta
Jk
454
76,17%
2
Melayu Jambi
Jb
44
7,38%
3
Melayu Palembang
Plb
28
4,70%
4
Melayu Medan
Md
26
4,36%
5
Melayu Riau
Ri
25
4,19%
6
Melayu Kalimantan
Klm
11
1,85%
7
Melayu Manado
Mnd
8
1,34%

Total
596

0 Response to "Inilah Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia "

Posting Komentar

Jika bermanfaat silahkan share di Facebook maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel